Renungan Minggu, 24 Agustus 2014

MENABUR DAN MENUAI

Galatia 6 : 1 – 10

Paulus memperingatkan orang-orang percaya agar menyadari bahwa apapun yang diperbuat oleh manusia, Allah selalu melihatnya. Kebebasan yang Allah berikan kepada kita harus kita pertanggung-jawabkan. Karenanya, jangan sesat dengan berpikir bahwa gampang sekali menipu Allah yang maha baik dan pengampun. Betapa pentingnya memiliki kesungguhan hati untuk mempertanggung-jawabkan setiap perbuatan di hadapan Allah. Alkitab menyebutnya sebagai hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur itu pula yang akan kita tuai. Seseorang yang menabur dalam dagingnya akan menuai kebinasaan. Seseorang yang menuruti keinginan daging akan menghasilkan kebobrokan yang menjurus pada kehancuran. Sebaliknya, orang yang menabur dalam roh akan menuai hidup kekal. Orang yang menabur dalam roh akan mengarahkan tenaga dalam hidupnya kepada nilai-nilai Roh Allah, di dalam Yesus Kristus. Jadi, perkara kita hidup atau binasa, bukanlah hanya menyangkut hal-hal yang akan kita hadapi di masa yang akan datang, tetapi juga menunjukkan cara hidup yang harus dijalani di masa kini, yang hasilnya akan dituai pada masa yang akan datang.

Hidup menabur di dalam roh bukanlah cita-cita yang muluk-muluk, melainkan perilaku sederhana yang dapat dilakukan dalam hidup sehari-hari. Misalnya: jangan jemu-jemu berbuat baik, jangan lelah untuk berbuat baik, jangan putus asa untuk selalu melakukan kebaikan dalam konteks apapun. Tiap-tiap orang dapat melakukan kebaikan menurut kesanggupannya. Hidup rohani akan mewujudkan-nyata lewat apa yang bisa kita lakukan bagi sesama. Berbuat apa yang baik dan berguna bagi sesama adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Artinya, perbuatan baik kita harus terus kita perjuangkan dan lakukan selama kesempatan masih ada. Lingkungan persekutuan jemaat adalah ladang pertama yang menanti taburan kebaikan orang-orang percaya. Akan tetapi, ini tentu tidak berarti bahwa kita hanya berbuat baik kepada saudara seiman saja, namun juga menabur kebaikan di ladang orang-orang yang tidak seiman, kepada semua orang.

Sudahkah saudara menabur kebaikan hari ini? Ada orang yang menabur kebaikan, namun tidak selamanya kebaikan dibalas dengan kebaikan. Walaupun demikian keadaannya, janganlah lelah dan putus asa, sebab sesungguhnya setiap taburan kebaikan yang kita lakukan merupakan cerminan kita menghormati Allah dan tentu Ia memperhatikan segala jerih lelah kita dalam menabur kebaikan. Sebaliknya, apabila kita manabur ketidak-baikan, merupakan pertanda kita tidak menghormati Allah (ISamuel 2:30). Ganjarannya adalah kita akan direndahkan oleh Allah. Karena itu tetaplah ingat: apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai. Amin

Sakramen Babtis

Sakramen Baptis dan Sidi, dilayankan pada hari Minggu, 24 Agustus 2014 pada kebaktian pukul 08.30 WIB. Untuk permohonan Baptis Dewasa/Anak mohon disertakan fotokopi akta kelahiran dan bagi permohonan Sidi/Pengakuan Percaya mohon disertakan Surat Baptis dan akta kelahiran. 

Pengakuan Percaya / Sidi

Sdr. Yosua Arinto Wicaksono, Jl. Krakatau 31 RT. 04 RW. 27 Mojosongo Surakarta (Set 2)

Sdr. Charista Harindha Bidari, Jl. Arifin No. 88 RT. 01 RW. 05 Tegalharjo Surakarta (Kep 1)

Baptis Anak

Bp/Ibu Hari Mardian, nama anak : Kirana Dian Christabella, Jl. Mawar 4 No. 22 RT. 01 RW. 12 Perum Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar (Gil 14)

Bp/Ibu Anang Kristianto, nama anak : Berlian Kriswidi Utami, Purbowardayan RT. 04 RW. II Tegalharjo, Surakarta (Teg 7)

Bp/Ibu Edwin Kristanto Purnomo, nama anak : Gavriel Kristian Nevan, Ngemplak Rejosari RT. 04 RW. 13 Gilingan Surakarta (Gil 4)

Bp/Ibu Djoko Dwi Tristanto, nama anak : David Mahardika Tristanto, Jl. Prof WZ Yohanes 69 RT. 01 RW. 07 Purwodingratan Surakarta (Man 2)

Persekutuan Doa Persiapan akan dilaksanakan hari Sabtu, 23 Juli 2014 Pukul 16.00 WIB di GKJ Margoyudan dengan menggunakan Kidung Lama (KPKL). Bagi yang berkepentingan dimohon menghadirinya.

Pengkhotbah

KEBAKTIAN MINGGU 24 Agustus 2014

Tema : Menebar Budaya Tanggung Jawab untuk Menuai Kebaikan Bersama (Nyebar Budaya Tanggel Jawab Kangge Methik Kautamaning Gesang Sesarengan)

Pengkhotbah : 

06.30 (Bhs Indonesia) – Pdt. Nike Lukitasari AW

08.30 (Bhs Jawa – Babtis) – Pdt. Tanto Kristiono 

16.30 (Bhs Indonesia) – Pdt Suwarto (GKJ Jebres)

18.30 (Bhs Jawa) – Pdt. (Em) Edi Trimodoroempoko 

Bacaan : 

Bacaan 1 : Keluaran 1 : 8 – 2 : 10; Mazmur 124

Bacaan 2 : Roma 12 : 1 – 8

Injil : Matius 16 : 13 – 20

Pernikahan

Sdr. Deni Kristanto di Rejosari RT. 5 RW. XIV Gilingan Surakarta (Gil 7) akan melangsungkan pernikahannya dengan Sdri. Awik Trisnaningsih di Jl. Cempaka No. 23 Jaten Permai Karanganyar (Gil 14) pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014 jam 08.30 WIB di GKJ Margoyudan Surakarta.

 

Renungan, Minggu 17 Agustus 2014

HIDUP DALAM KEMURAHAN HATI

Lukas 10:25-37

Sebagai seorang Kristen, saya sadar bahwa saya harus bermurah hati. Akan tetapi, bagaimana mungkin saya bisa membantu begitu banyak orang di dunia ini yang perlu bantuan dan pertolongan?

Pertama, sadarilah bahwa Tuhan tidak mungkin menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang melampaui batas kemampuan kita untuk melakukannya. Jelas, bahwa kita tidak mungkin membantu “semua orang” yang perlu bantuan dan pertolongan. Akan tetapi, kita dapat membantu sebagian orang, khususnya mereka yang Tuhan taruh sebagai beban dalam hati kita.

Kedua, kita harus membuka hati untuk menolong mereka yang berada di depan mata kita, khususnya keluarga, teman, dan tetangga, sejauh kita bisa menolong. Perhatikanlah bahwa yang dibandingkan antara imam, orang Lewi, dan orang Samaria dalam bacaan hari ini adalah mengenai sikap terhadap orang yang tergeletak di depan mata, bukan sikap terhadap orang yang berada di luar jangkauan. Ketiga, kita harus mengembangkan kepedulian terhadap orang-orang yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Perhatikanlah bahwa orang Samaria dalam bacaan hari ini sebenarnya “tidak memiliki kewajiban” untuk menolong bila mengingat bahwa saat itu orang Yahudi dan orang Samaria dalam keadaan saling memusuhi.

Penghalang utama untuk hidup dalam kemurahan hati adalah keyakinan bahwa kewajiban kita hanyalah membalas kebaikan orang yang telah berbuat baik terhadap diri kita. Karena Allah telah lebih dulu bermurah hati dengan melimpahkan kasih-Nya kepada kita, kita wajib membagikan kasih Allah itu kepada semua orang, bahkan kepada orang-orang yang telah berbuat jahat terhadap diri kita. Amin

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 855 pengikut lainnya.