Pengkhotbah, 31 Agustus 2014

Tema : Menebar Budaya Tanggung Jawab untuk Menuai Kebaikan Bersama (Nyebar Budaya Tanggel Jawab Kangge Methik Kautamaning Gesang Sesarengan)

Pengkhotbah :

06.30 – Bhs Indonesia – Pdt Fritz Yohanes Dae Pany (GKJ Manahan)

08.30 – Bhs Jawa – Pdt. Nike Lukitasari AW

16.30 – Bhs Indonesia – Pdt. Uri Christian Sakti Labeti (GKJ Danukusuman)

18.30 – Bhs Jawa – Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany (GKJ Manahan)

Bacaan :

Bacaan 1 : Kejadian 4 : 1 – 11; Mazmur 23 : 1 – 6

Bacaan 2 : Kisah Para Rasul 11 : 1 – 18

Injil : Matius 25 : 14 – 30

Renungan

T A L E N T A

Matius 25:14–30

Melalui perumpamaan tentang talenta, ada tiga hal yang dapat kita pelajari: Pertama, semua hal yang kita miliki, pemberian Tuhan. Kita harus bertanggung jawab atasnya, kepada Tuhan. Dalam perumpamaan dikatakan, bahwa hamba pertama menerima lima talenta, hamba yang kedua menerima dua talenta dan hamba yang ketiga menerima satu talenta. Masing-masing diberi tanggung jawab yang khas.

Kedua, kita diberi oleh Tuhan tugas atau peranan penting yang berbeda-beda. Suatu pelajaran indah dari perumpamaan hamba-hamba tersebut yaitu tiap-tiap orang diperlengkapi oleh Tuhan dengan talenta yang berbeda-beda untuk menjalankan tugas dan peranan yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Meski peranan atau tanggung jawab tersebut terlihat remeh atau kurang penting di mata manusia, tapi itu merupakan sesuatu yang penting dan indah bila dikerjakan untuk dan bagi kemuliaan Tuhan, untuk menyenangkan hati Tuhan.

Ketiga, kita harus setia dalam menjalankan tugas yang telah Tuhan berikan kepada kita dan kita tidak seharusnya membanding-bandingkan talenta yang kita dapat dari Tuhan. Karena masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Membanding-bandingkan talenta hanya akan membuat kita tinggi hati atau malah sebaliknya merasa rendah diri sehingga membuat kita tidak bisa mengembangkan talenta yang ada pada diri kita. Hanya sibuk membanding-bandingkan. Sebaliknya kita harus mempertanggungjawabkan talenta yang dipercayakan oleh Tuhan. Kita harus terus berusaha memaksimalkan dan mengembangkan talenta yang kita miliki dan setia dalam mengerjakan apa yang telah Tuhan beri dan percayakan kepada kita. Tuhan akan memimpin langkah kita untuk terus bertumbuh dan maju.
Melalui perumpamaan ini marilah kita semakin bertumbuh dalam iman dan perbuatan untuk memuliakan Tuhan. Amin.

Renungan Minggu, 24 Agustus 2014

MENABUR DAN MENUAI

Galatia 6 : 1 – 10

Paulus memperingatkan orang-orang percaya agar menyadari bahwa apapun yang diperbuat oleh manusia, Allah selalu melihatnya. Kebebasan yang Allah berikan kepada kita harus kita pertanggung-jawabkan. Karenanya, jangan sesat dengan berpikir bahwa gampang sekali menipu Allah yang maha baik dan pengampun. Betapa pentingnya memiliki kesungguhan hati untuk mempertanggung-jawabkan setiap perbuatan di hadapan Allah. Alkitab menyebutnya sebagai hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur itu pula yang akan kita tuai. Seseorang yang menabur dalam dagingnya akan menuai kebinasaan. Seseorang yang menuruti keinginan daging akan menghasilkan kebobrokan yang menjurus pada kehancuran. Sebaliknya, orang yang menabur dalam roh akan menuai hidup kekal. Orang yang menabur dalam roh akan mengarahkan tenaga dalam hidupnya kepada nilai-nilai Roh Allah, di dalam Yesus Kristus. Jadi, perkara kita hidup atau binasa, bukanlah hanya menyangkut hal-hal yang akan kita hadapi di masa yang akan datang, tetapi juga menunjukkan cara hidup yang harus dijalani di masa kini, yang hasilnya akan dituai pada masa yang akan datang.

Hidup menabur di dalam roh bukanlah cita-cita yang muluk-muluk, melainkan perilaku sederhana yang dapat dilakukan dalam hidup sehari-hari. Misalnya: jangan jemu-jemu berbuat baik, jangan lelah untuk berbuat baik, jangan putus asa untuk selalu melakukan kebaikan dalam konteks apapun. Tiap-tiap orang dapat melakukan kebaikan menurut kesanggupannya. Hidup rohani akan mewujudkan-nyata lewat apa yang bisa kita lakukan bagi sesama. Berbuat apa yang baik dan berguna bagi sesama adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Artinya, perbuatan baik kita harus terus kita perjuangkan dan lakukan selama kesempatan masih ada. Lingkungan persekutuan jemaat adalah ladang pertama yang menanti taburan kebaikan orang-orang percaya. Akan tetapi, ini tentu tidak berarti bahwa kita hanya berbuat baik kepada saudara seiman saja, namun juga menabur kebaikan di ladang orang-orang yang tidak seiman, kepada semua orang.

Sudahkah saudara menabur kebaikan hari ini? Ada orang yang menabur kebaikan, namun tidak selamanya kebaikan dibalas dengan kebaikan. Walaupun demikian keadaannya, janganlah lelah dan putus asa, sebab sesungguhnya setiap taburan kebaikan yang kita lakukan merupakan cerminan kita menghormati Allah dan tentu Ia memperhatikan segala jerih lelah kita dalam menabur kebaikan. Sebaliknya, apabila kita manabur ketidak-baikan, merupakan pertanda kita tidak menghormati Allah (ISamuel 2:30). Ganjarannya adalah kita akan direndahkan oleh Allah. Karena itu tetaplah ingat: apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai. Amin

Sakramen Babtis

Sakramen Baptis dan Sidi, dilayankan pada hari Minggu, 24 Agustus 2014 pada kebaktian pukul 08.30 WIB. Untuk permohonan Baptis Dewasa/Anak mohon disertakan fotokopi akta kelahiran dan bagi permohonan Sidi/Pengakuan Percaya mohon disertakan Surat Baptis dan akta kelahiran. 

Pengakuan Percaya / Sidi

Sdr. Yosua Arinto Wicaksono, Jl. Krakatau 31 RT. 04 RW. 27 Mojosongo Surakarta (Set 2)

Sdr. Charista Harindha Bidari, Jl. Arifin No. 88 RT. 01 RW. 05 Tegalharjo Surakarta (Kep 1)

Baptis Anak

Bp/Ibu Hari Mardian, nama anak : Kirana Dian Christabella, Jl. Mawar 4 No. 22 RT. 01 RW. 12 Perum Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar (Gil 14)

Bp/Ibu Anang Kristianto, nama anak : Berlian Kriswidi Utami, Purbowardayan RT. 04 RW. II Tegalharjo, Surakarta (Teg 7)

Bp/Ibu Edwin Kristanto Purnomo, nama anak : Gavriel Kristian Nevan, Ngemplak Rejosari RT. 04 RW. 13 Gilingan Surakarta (Gil 4)

Bp/Ibu Djoko Dwi Tristanto, nama anak : David Mahardika Tristanto, Jl. Prof WZ Yohanes 69 RT. 01 RW. 07 Purwodingratan Surakarta (Man 2)

Persekutuan Doa Persiapan akan dilaksanakan hari Sabtu, 23 Juli 2014 Pukul 16.00 WIB di GKJ Margoyudan dengan menggunakan Kidung Lama (KPKL). Bagi yang berkepentingan dimohon menghadirinya.

Pengkhotbah

KEBAKTIAN MINGGU 24 Agustus 2014

Tema : Menebar Budaya Tanggung Jawab untuk Menuai Kebaikan Bersama (Nyebar Budaya Tanggel Jawab Kangge Methik Kautamaning Gesang Sesarengan)

Pengkhotbah : 

06.30 (Bhs Indonesia) – Pdt. Nike Lukitasari AW

08.30 (Bhs Jawa – Babtis) – Pdt. Tanto Kristiono 

16.30 (Bhs Indonesia) – Pdt Suwarto (GKJ Jebres)

18.30 (Bhs Jawa) – Pdt. (Em) Edi Trimodoroempoko 

Bacaan : 

Bacaan 1 : Keluaran 1 : 8 – 2 : 10; Mazmur 124

Bacaan 2 : Roma 12 : 1 – 8

Injil : Matius 16 : 13 – 20

Pernikahan

Sdr. Deni Kristanto di Rejosari RT. 5 RW. XIV Gilingan Surakarta (Gil 7) akan melangsungkan pernikahannya dengan Sdri. Awik Trisnaningsih di Jl. Cempaka No. 23 Jaten Permai Karanganyar (Gil 14) pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014 jam 08.30 WIB di GKJ Margoyudan Surakarta.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 855 pengikut lainnya.