Sakramen Babtis

Sakramen Baptis dan Sidi, dilayankan pada hari Minggu, 22 Pebruari 2015 pada kebaktian pukul 08.30 WIB. Untuk permohonan Baptis Dewasa/Anak mohon disertakan fotokopi akta kelahiran dan bagi permohonan Sidi/Pengakuan Percaya mohon disertakan Surat Baptis dan akta kelahiran.

Babtis Dewasa

NO NAMA ALAMAT
1. Sdr. Denny Ferdyan Pramuda Jl. Rinjani Utara 37 RT. 02 RW. 19 Mojosongo, Surakarta (Gil 9)
2. Ibu Sarmiyani Lestari Jogobayan RT. 01 RW. 06 Setabelan, Surakarta (Set 5)


Pengakuan Percaya / Sidi

NO NAMA ALAMAT
1. Sdr. Prasastika Ardhia Nirmala Jl. Bungur 1/19 RT. 03 RW. 05 Punggawan Surakarta (Pung)

Baptis Anak

NO NAMA ALAMAT
1. Bp/Ibu Samhadi

Nama Anak :  Ester Anggorowati

Jogobayan RT. 01 Rw. 06 Setabelan, Surakarta (Set 5)
2. Bp/Ibu Aris Yohanan

Nama Anak :  Philhips Putra Yohanan

Mutihan RT. 03 RW. 012 Sondakan, Surakarta (Ket 2)
3. Bp/Ibu Awang Mujianto

Nama Anak :  Yonika Gabrien Eyou

Posanan RT. 01 RW. 5, Tegalharjo, Surakarta (Teg 3)

Persekutuan Doa Persiapan akan dilaksanakan hari Sabtu, 21 Pebruari 2015 Pukul 16.00 WIB di GKJ Margoyudan dengan menggunakan Kidung Lama (KPKL). Bagi yang berkepentingan dimohon menghadirinya.

Hasil Pemilihan Calon Pendeta

Diberitahukan bahwa Penghitungan Suara Hasil Pilihan Calon Pendeta atas diri Sdr. Nugroho Hadiwibowo, S.Si telah kami laksanakan pada hari Minggu, 8 Pebruari 2015 dari pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Dengan disaksikan beberapa Warga Jemaat, Majelis, Tim Pemilihan dan 2 (dua) orang Visitator Klasis Sala.

Adapun hasil pilihan sebagai berikut :

  • Jumlah suara masuk :  1.305 (seribu tiga ratus lima) suara
  • Jumlah suara sah SETUJU : 1.208 (seribu dua ratus delapan) suara
  • Jumlah suara sah TIDAK SETUJU : 85 (delapan puluh lima) suara
  • Jumlah suara TIDAK SAH :  12 (dua belas) suara.

Dari peroleh tersebut Sdr. Nugroho Hadiwibowo, S.Si. meraih suara 92,57%. Dengan demikian Sdr. Nugroho Hadiwibowo, S.Si. dinyatakan terpilih sebagai Calon Pendeta GKJ Margoyudan. Selanjutnya Saudara tersebut akan memasuki tahap pembimbingan mulai bulan Maret 2015. Mohon jemaat mendoakan agar proses berjalan dengan baik.

Renungan, Minggu 22 Pebruari 2015

BERTOBAT SUNGGUH-SUNGGUH

Yehezkiel 33 : 1 – 20

“Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu.” Yehezkiel 33:19

Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, dosa dan tabiat dosa mengikuti dan menjadi bagian dalam diri manusia sehingga kita dilahirkan ke dalam dunia dengan segala kecenderungan hati untuk selalu melakukan kejahatan. Daud menyadari hal itu dan berkata, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Jadi, sesungguhnya kita ini adalah manusia berdosa yang pantas untuk menerima hukuman.

Namun kita patut bersyukur kepada Allah, Bapa kita, yang oleh karena kasihNya menganugerahkan PuteraNya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib. Darah Kristus mendamaikan kita dengan Allah, kita tidak lagi menjadi seteru Allah. Kristus “…telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.” Setelah menerima anugerah keselamatan kita harus dengan sungguh-sungguh hidup dalam pertobatan. Kita harus bertobat dari dosa! Kita tidak dapat menerima anugerah Tuhan lalu tetap tinggal dalam dosa, karena Tuhan telah mencurahkan anugerahNya sewaktu kita masih berdosa dan kini dosa kita telah diampuni dan kita disucikan. Hidup dalam pertobatan itu suatu perintah, bukan sekedar himbauan!

Kita harus dengan sadar meninggalkan dan menolak segala perbuatan dosa. Karena itu mari mencermati hidup kita, hal-hal apa yang sekiranya akan menyeret kita lebih jatuh ke dalam dosa: apakah lingkungan, tontonan atau bacaan yang negatif, serta pergaulan kita, sebab pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik dan siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. Semua perbuatan daging harus ditinggalkan.

Kita harus berhenti berbuat dosa dan menghindarkan diri dari jebakan dosa itu. Kita memang masih hidup di dunia yang penuh dosa, namun kita harus memilih untuk hidup sesuai kehendak Tuhan setiap hari, karena pertobatan tidak dapat dilakukan hanya sekali seumur hidup, melainkan suatu proses terus-menerus dalam hidup kita.

Kebaktian Minggu, 22 Pebruari 2015

Tema :

Bertobat : Melihat ke Depan (Mratobat : Nyipati Mangsa Ngajeng)

Pengkhotbah :

06.30 – Bhs Indonesia – Pdt. (Em) Widiatmo Herdjanto (GKJ Joyodiningratan)

08.30 – Bhs Jawa – Pdt. Nike Lukitasari AW

16.30 – Bhs Indonesia – Dkn. Gersom Hanung Utomo

18.30 – Bhs Jawa – Pdt. (Em) Edi Trimodoroempoko

Bacaan Alkitab :

Bacaan 1 : Kejadian 9 : 8 – 17; Mazmur 25 : 1 – 10

Bacaan 2 : 1 Petrus 3 : 18 – 22

Injil : Markus 1 : 9 – 15

Renungan, Minggu 15 Pebruari 2015

MATA HATI YANG MELIHAT TERANG

Efesus 5 : 8 14

Seorang ahli biologi melakukan percobaan dengan memasukkan seekor tikus ke dalam bak berisi air dengan keadaan gelap gulita. Tikus tersebut hanya tahan berenang selama 7 menit kemudian mati. Tikus kedua juga dimasukkan ke dalam bak berisi air, namun diberi sedikit cahaya. Hasilnya, tikus tersebut mampu berenang dan bertahan selama 36 jam! Setitik cahaya ternyata memberi perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan makhluk hidup.

Demikian juga seperti yang terjadi pada seorang muda bernama Daud. Siapa yang menyangka, bahwa seorang anak gembala memiliki potensi untuk menjadi seorang raja, bahkan ia menjadi raja yang terbesar dalam sejarah Israel. Tetapi seperti kata Tuhan, ”manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati”.

Rasul Paulus pun menasehati jemaat untuk hidup sebagai anak-anak terang. Ciri utamanya adalah tidak bersikap netral atau berdiam diri terhadap perbuatan-perbuatan kegelapan yang memalukan. Menurut Paulus seharusnya orang Kristen tidak lagi ambil bagian dalam perbuatan kegelapan, sebab telah terjadi perubahan yang radikal sejak menerima terang Kristus.

Hidup sebagai anak terang merupakan panggilan utama kita sebagai pengikut Kristus. Kalau kita gagal bersinar di dalam kegelapan sebagai gereja, kita perlu bangun dari tidur dan berdoa meminta cahaya Kristus menerangi hati kita. Apabila orang Kristen bersekutu dengan terang Kristus, hidup kita merupakan teguran bagi dunia ini. Perbuatan-perbuatan kegelapan dengan sendirinya akan ditelanjangi oleh terang itu, dan harapannya masyarakat di sekitar kita akan tertarik juga melihat dan mencari sumber terang itu. Dengan demikian mereka akan berjumpa dengan Yesus Kristus dan memperoleh terang kehidupan kekal. Betapa besar dampak terang Kristus yang menerangi hati kita, bukan saja mata hati kita dapat melihat terang itu, Allah sesuai kasih karuniaNya akan bekerja melalui hidup kita agar dunia di sekitar kita tertarik dan mencari sumber terang dalam Kristus.

Kebaktian Minggu, 15 Pebruari 2015

Tema :

Cahaya Kemuliaan Kristus Menerangi Hati yang Gelap (Cahyaning Kamulyan Dalem Sang Kristus Nyunari Pepetenging Ati)

Pengkhotbah :

06.30 – Bhs Indonesia – Pdt. Nike Lukitasari AW

08.30 – Bhs Jawa – Pdt. Tanto Kristiono

16.30 – Bhs Indonesia – Pdt. Fendi Susanto (GKJ Gondokusuman)

18.30 – Bhs Jawa – Pdt. Fendi Susanto (GKJ Gondokusuman)

Bacaan Alkitab :

Bacaan 1 : 2 Raja-raja 2 : 1 – 12; Mazmur 50 : 1 – 6

Bacaan 2 : 2 Korintus 4 : 3 – 6

Injil : Markus 9 : 2 – 9

Nats Persembahan : Mazmur 50 : 5 – 6

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 867 pengikut lainnya.